Pompa hidrolik udara adalah perangkat yang menggunakan udara terkompresi untuk menghasilkan daya dan mengoperasikan sistem hidrolik. Proses kerja pompa hidrolik udara dapat digambarkan sebagai berikut:
1. Pasokan Udara Terkompresi: Pompa terhubung ke sumber udara terkompresi, seperti kompresor udara. Udara terkompresi biasanya dipasok pada tekanan sekitar 80-120 psi.
2. Motor Udara: Pompa berisi motor udara yang mengubah energi dari udara terkompresi menjadi energi mekanik. Motor udara terdiri dari pengaturan piston dan silinder, di mana udara terkompresi diarahkan ke piston, menyebabkannya bergerak bolak -balik.
3. Stroke Intake: Selama stroke intake, piston bergerak menjauh dari kepala silinder, menciptakan vakum parsial di dalam silinder. Hal ini menyebabkan tekanan atmosfer untuk memaksa cairan hidrolik ke dalam silinder melalui katup intake.
4. Stroke Kompresi: Selama stroke kompresi, piston bergerak ke arah kepala silinder, mengompresi cairan hidrolik. Ini meningkatkan tekanan cairan hidrolik, yang kemudian diarahkan ke sistem hidrolik melalui katup outlet.
5. Operasi Sistem Hidrolik: Cairan hidrolik tekanan tinggi yang dihasilkan oleh pompa digunakan untuk mengoperasikan berbagai komponen hidrolik, seperti silinder, motor, atau alat. Cairan hidrolik diarahkan ke komponen -komponen ini melalui saluran hidrolik atau selang.
6. Return Stroke: Setelah stroke kompresi, piston bergerak kembali ke posisi semula, menciptakan kekosongan parsial di dalam silinder lagi. Hal ini memungkinkan katup intake terbuka, dan siklus berulang saat pompa terus beroperasi.
Secara keseluruhan, pompa hidrolik udara menggunakan udara terkompresi untuk menciptakan energi mekanik, yang kemudian digunakan untuk menghasilkan cairan hidrolik tekanan tinggi untuk mengoperasikan sistem hidrolik.


